Buku ini lahir dari kepedulian bersama terhadap warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Pidie. Yang sebagaimana diketahui bersama, daerah yang dulunya bersama Pedir ini, memiliki sejarah panjang dan nilai-nilai luhur yang tertanam dalam kehidupan masyarakatnya. Namun, tanpa upaya mendokumentasikan dan menyebarluaskan, sebagian dari kekayaan tersebut berisiko pada terlupakan atau tercerabutnya warisan budaya dari alam pikir masyarakat. Karena itu, buku ini dihadirkan sebagai catatan, pengingat, sekaligus jembatan pengetahuan bagi generasi mendatang.
Bagi kami, menjadi pemateri sekaligus penyunting naskah adalah sebuah kehormatan tersendiri. Kami berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana setiap penulis menyalurkan dedikasi, riset, dan pengalaman pribadi mereka ke dalam rangkaian kata. Proses ini tidak hanya sekadar menulis, tetapi juga menggali nilai-nilai budaya, menafsirkan kembali sejarah, dan memperkuat identitas daerah.
Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi catatan dokumentasi, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan warisan leluhur yang tak ternilai di bumi Pedir Darul Amni. Semoga buku ini juga menjadi penggerak lahirnya karya-karya serupa di masa depan.
| Harga | Rp.100,000.00 |
| Ukuran: | 14cm x 20cm (LxW) |
| Berat: | 500 g |
Product Description
[Budaya, Kuliner, Sejarah, Seni & Wisata]
Penulis : Amarullah Yacob, Azmi Abubakar, Dian Islamiah, Dinda Jouhana, Misrina, Wannur Wiza, Syafii M. Ali, Anis Monika, Mukhlisuddin Marzuki, Tgk. Amri Tangse, Rahmi Agustina, Ernida, Novita Diana, Miftahul Jannah, Marhami, Syahrial, Alfi Magfirah, Muhammad Yushar, Muhammad Farhan Fadhillah, Susi Armayanti, Muizatun Hasanah, Dira Abdi, Mahdalaina, Safwan, Noratul Emi, Azhari Zakaria, Munawwar, Novita Silviana, Zadira Famesya, Yulia Erni, Wirda Makfirah, Tasya Nazila.
ISBN : (sedang proses)
Editor : Muhammad Syawal Djamil
Tebal: xii,302 hlm
Cover: Soft Cover
Buku ini lahir dari kepedulian bersama terhadap warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Pidie. Yang sebagaimana diketahui bersama, daerah yang dulunya bersama Pedir ini, memiliki sejarah panjang dan nilai-nilai luhur yang tertanam dalam kehidupan masyarakatnya. Namun, tanpa upaya mendokumentasikan dan menyebarluaskan, sebagian dari kekayaan tersebut berisiko pada terlupakan atau tercerabutnya warisan budaya dari alam pikir masyarakat. Karena itu, buku ini dihadirkan sebagai catatan, pengingat, sekaligus jembatan pengetahuan bagi generasi mendatang.
Bagi kami, menjadi pemateri sekaligus penyunting naskah adalah sebuah kehormatan tersendiri. Kami berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana setiap penulis menyalurkan dedikasi, riset, dan pengalaman pribadi mereka ke dalam rangkaian kata. Proses ini tidak hanya sekadar menulis, tetapi juga menggali nilai-nilai budaya, menafsirkan kembali sejarah, dan memperkuat identitas daerah.
Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi catatan dokumentasi, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan warisan leluhur yang tak ternilai di bumi Pedir Darul Amni. Semoga buku ini juga menjadi penggerak lahirnya karya-karya serupa di masa depan.
Reviews
Kehadiran buku “Pidië, Kisah dari Tanah Indatu” layak diapresiasi sebagai langkah nyata dalam menjaga serta merawat budaya Pidie melalui literasi. Kumpulan tulisan yang lahir dari para penulis lokal ini menjadi bukti bahwa tradisi, adat, dan kearifan masyarakat tidak hanya hidup dalam praktik sehari-hari, tetapi juga mampu diabadikan dalam bentuk karya tulis yang inspiratif.
Menulis tentang budaya lokal bukan sekadar aktivitas literasi, melainkan juga wujud cinta tanah air sekaligus ikhtiar menjaga jati diri masyarakat. Dalam konteks ini, buku ini berperan penting sebagai medium yang mengikat memori kolektif masyarakat Pidie dengan akar sejarah dan warisan leluhur.
Lebih jauh, penerbitan bunga rampai budaya ini memiliki manfaat jangka panjang: menjadi warisan intelektual, sumber rujukan, serta referensi berharga bagi generasi mendatang. Setiap halaman yang ditulis akan menjadi pengingat bahwa Pidie memiliki khazanah budaya yang patut dipelajari, dihargai, dan diwariskan.
Ucapan terima kasih patut disampaikan kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pidie yang telah memberi ruang bagi penulis lokal untuk berkontribusi dalam mengabadikan kekayaan budaya daerah. Fasilitasi ini menjadi jembatan penting antara dunia literasi dan pelestarian identitas kultural.
Akhirnya, besar harapan agar buku ini tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga amal jariyah yang bermanfaat luas. Semoga “Pidië, Kisah dari Tanah Indatu” benar-benar menjadi sumber pengetahuan, inspirasi, serta kebanggaan masyarakat Pidie di masa kini dan masa depan.
Kehadiran buku “Pidië, Kisah dari Tanah Indatu” layak diapresiasi sebagai langkah nyata dalam menjaga serta merawat budaya Pidie melalui literasi. Kumpulan tulisan yang lahir dari para penulis lokal ini menjadi bukti bahwa tradisi, adat, dan kearifan masyarakat tidak hanya hidup dalam praktik sehari-hari, tetapi juga mampu diabadikan dalam bentuk karya tulis yang inspiratif.
Menulis tentang budaya lokal bukan sekadar aktivitas literasi, melainkan juga wujud cinta tanah air sekaligus ikhtiar menjaga jati diri masyarakat. Dalam konteks ini, buku ini berperan penting sebagai medium yang mengikat memori kolektif masyarakat Pidie dengan akar sejarah dan warisan leluhur.
Lebih jauh, penerbitan bunga rampai budaya ini memiliki manfaat jangka panjang: menjadi warisan intelektual, sumber rujukan, serta referensi berharga bagi generasi mendatang. Setiap halaman yang ditulis akan menjadi pengingat bahwa Pidie memiliki khazanah budaya yang patut dipelajari, dihargai, dan diwariskan.
Ucapan terima kasih patut disampaikan kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pidie yang telah memberi ruang bagi penulis lokal untuk berkontribusi dalam mengabadikan kekayaan budaya daerah. Fasilitasi ini menjadi jembatan penting antara dunia literasi dan pelestarian identitas kultural.
Akhirnya, besar harapan agar buku ini tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga amal jariyah yang bermanfaat luas. Semoga “Pidië, Kisah dari Tanah Indatu” benar-benar menjadi sumber pengetahuan, inspirasi, serta kebanggaan masyarakat Pidie di masa kini dan masa depan.
Assalamualaikum Hasil apapun di saat-saat ini bukan sedikit pun perubahan di masa depan bayangin kelampauan dan ingat kelak kita akan ada dimasa depan yang harus di persiapkan untuk berani di cerita kan
Berbahagialah yang duluan bisa hidup di dunia dengan kekuatan Lima jari Allah hu aqlam

Review PIDIE: Kisah dari Tanoh Indatu (Budaya, Kuliner, Sejarah, Seni & Wisata).